Baca: Ayub 10:1-22
"Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku." Ayub 10:1
Rasa frustasi dan berujung kepada keputusasaan seringkali timbul ketika orang berada dalam situasi sangat sulit serasa tidak ada jalan keluar, ketika masalah datang bertubi-tubi, ketika beban hidup terasa berat. Puncak frustasi dan putus asa adalah merasa bosan hidup, sehingga timbul niat mengakhiri hidup saja karena merasa diri tidak berarti lagi.
Kondisi seperti ini pernah dirasakan oleh Ayub! Penderitaan yang datang secara bertubi-tubi membuatnya nyaris frustasi: harta bendanya ludes, anak-anaknya mati (Ayub 1:1-22), bahkan isteri yang dikasihinya pun pergi meninggalkan dia. Kemalangan Ayub semakin lengkap, sebab sahabat-sahabat terdekatnya juga beranjak menjauh. Itulah dunia! Ketika seseorang sedang berada 'di atas' dan berlimpah harta sangatlah wajar bila banyak orang mengerumuninya, tetapi begitu ia berada 'di bawah' dan jatuh miskin, tak banyak orang mau berteman dengannya alias ditinggalkan oleh teman-temannya, "Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak." (Amsal 14:20). Karena telah kehilangan segala-galanya Ayub menjadi sangat frustasi dan rasa frustasinya itu sudah sampai di ambang batas, sampai-sampai ia merasa telah bosan hidup. Bahkan Ayub merasa menyesal telah dilahirkan ke dalam dunia ini: "Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan? Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku!" (Ayub 10:18).
Di zaman yang serbasulit seperti sekarang ini ada banyak orang merasa frustasi dan berputus asa karena tekanan hidup yang berat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terbersit di hati untuk mengakhiri hidup saja sama seperti Ayub. Jangan sekali-kali timbul keinginan untuk mengakhiri hidup! Seberat apa pun penderitaan yang kita alami pasti ada jalan ke luarnya. Mari datanglah kepada Kristus! Karena Dia adalah "...jalan dan kebenaran dan hidup." (Yohanes 14:6a). Di dalam Kristus pasti ada jalan ke luar, ada pertolongan, ada kelepasan. Jadi, "Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN:" (Yeremia 31:17).
"Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara." Mazmur 9:19



0 komentar:
Posting Komentar